<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Pojok Sajak</title>
	<atom:link href="http://www.jejaklangkah.net/blog/pojok-sajak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jejaklangkah.net/blog</link>
	<description>Jejak Langkah Seorang Pelamun</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 20:11:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: tya</title>
		<link>http://www.jejaklangkah.net/blog/pojok-sajak/#comment-14602</link>
		<dc:creator>tya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 07:46:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jejaklangkah.net/blog/?page_id=145#comment-14602</guid>
		<description>reading your poems again reminds me of the old days when we used to hang out together with others in front of KMK's room  :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>reading your poems again reminds me of the old days when we used to hang out together with others in front of KMK&#8217;s room  <img src='http://www.jejaklangkah.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tsumaya</title>
		<link>http://www.jejaklangkah.net/blog/pojok-sajak/#comment-14427</link>
		<dc:creator>tsumaya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 05:46:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jejaklangkah.net/blog/?page_id=145#comment-14427</guid>
		<description>WOW Luar biasa...
kata-katanya seperti untuk diriku...hiks
merinding bo
Bravo bang, bagus sekali...
Jangan putuskan semangat menulismu
Pasti akan lahir puisi-puisi lain yang 
lebih dahsyat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>WOW Luar biasa&#8230;<br />
kata-katanya seperti untuk diriku&#8230;hiks<br />
merinding bo<br />
Bravo bang, bagus sekali&#8230;<br />
Jangan putuskan semangat menulismu<br />
Pasti akan lahir puisi-puisi lain yang<br />
lebih dahsyat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: blalang_kupukupu</title>
		<link>http://www.jejaklangkah.net/blog/pojok-sajak/#comment-10443</link>
		<dc:creator>blalang_kupukupu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 03:43:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jejaklangkah.net/blog/?page_id=145#comment-10443</guid>
		<description>salam kenal aja
puisinya lumayan 
hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal aja<br />
puisinya lumayan<br />
hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: evi</title>
		<link>http://www.jejaklangkah.net/blog/pojok-sajak/#comment-2761</link>
		<dc:creator>evi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 May 2007 07:52:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jejaklangkah.net/blog/?page_id=145#comment-2761</guid>
		<description>Woww.... *)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Woww&#8230;. *)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: joko irianto ham</title>
		<link>http://www.jejaklangkah.net/blog/pojok-sajak/#comment-748</link>
		<dc:creator>joko irianto ham</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2006 15:58:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jejaklangkah.net/blog/?page_id=145#comment-748</guid>
		<description>DEWI. Bak burung elang. Di tengah matahari penat, sang elang enggan mengatupkan sayap. Senyatanya, hari-hari kamu kian lelah. Haus. Lapar. Sunyi. Ada yang ibah. Mata kamu mendadak berbinar merah. Selalu. Tak ada yang berani. Kamu paksa tegar melebihi elang lelaki. Ada yang pernah terbirit. Selalu. Pun kamu gigit bibir bawah yang ranum. Tersenyum. Sekejap kamu mendongak ke langit. Menangis, segera kamu usap dengan sayap. Melirik sekeliling sepi, kamu merunduk. Segera kamu paksa mata tajam berbinar. Pernah, lain hari, mendongak ke langit. Menjerit. Mengadu. Merajuk. Cengeng bagai burung kutilang. Sesaat. Pun sayap tak cukup mengembang. Mengepak isyarat, "Akulah sang perkasa, akulah Tuan Puteri!" 
Suatu malam. Senyap. Sepi. Mata-mata lelap di perbaringan. Kamu sulit terpejam. Lunglai. Air mata kamu biarkan meleleh. Sampai tak kuasa menghentikan. Nafasmu sesak, tedesak doa-doa kerinduan. Sekejap muncul keinginan jadi cendrawasih, yang sejatinya kamu benci. Sekejap terbuai bulu indah kelinci, yang semestinya kamu terkam. Sekejap terjaga guyonan kasih bunda dan anak kucing anggora. Sekejap terlelap. Sekejap terjaga. Sekejap kamu lupakan kebeningan llarut malam. Selalu. Rentang waktu adalah pilihan, Dewi! (Surabaya, 9 Februari 2006)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>DEWI. Bak burung elang. Di tengah matahari penat, sang elang enggan mengatupkan sayap. Senyatanya, hari-hari kamu kian lelah. Haus. Lapar. Sunyi. Ada yang ibah. Mata kamu mendadak berbinar merah. Selalu. Tak ada yang berani. Kamu paksa tegar melebihi elang lelaki. Ada yang pernah terbirit. Selalu. Pun kamu gigit bibir bawah yang ranum. Tersenyum. Sekejap kamu mendongak ke langit. Menangis, segera kamu usap dengan sayap. Melirik sekeliling sepi, kamu merunduk. Segera kamu paksa mata tajam berbinar. Pernah, lain hari, mendongak ke langit. Menjerit. Mengadu. Merajuk. Cengeng bagai burung kutilang. Sesaat. Pun sayap tak cukup mengembang. Mengepak isyarat, &#8220;Akulah sang perkasa, akulah Tuan Puteri!&#8221;<br />
Suatu malam. Senyap. Sepi. Mata-mata lelap di perbaringan. Kamu sulit terpejam. Lunglai. Air mata kamu biarkan meleleh. Sampai tak kuasa menghentikan. Nafasmu sesak, tedesak doa-doa kerinduan. Sekejap muncul keinginan jadi cendrawasih, yang sejatinya kamu benci. Sekejap terbuai bulu indah kelinci, yang semestinya kamu terkam. Sekejap terjaga guyonan kasih bunda dan anak kucing anggora. Sekejap terlelap. Sekejap terjaga. Sekejap kamu lupakan kebeningan llarut malam. Selalu. Rentang waktu adalah pilihan, Dewi! (Surabaya, 9 Februari 2006)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rls</title>
		<link>http://www.jejaklangkah.net/blog/pojok-sajak/#comment-673</link>
		<dc:creator>rls</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2006 08:11:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jejaklangkah.net/blog/?page_id=145#comment-673</guid>
		<description>berapa panjang sih commen yang bisa ditampung kotak hijau tipis ini? karena aku mengenal senjamu dan menemukannya mirip dengan senjaku, aku ingin memperkenalkan senjaku ke kamu, tapi khawatir tempatnya nggak cukup luas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>berapa panjang sih commen yang bisa ditampung kotak hijau tipis ini? karena aku mengenal senjamu dan menemukannya mirip dengan senjaku, aku ingin memperkenalkan senjaku ke kamu, tapi khawatir tempatnya nggak cukup luas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: intang</title>
		<link>http://www.jejaklangkah.net/blog/pojok-sajak/#comment-670</link>
		<dc:creator>intang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2006 03:47:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jejaklangkah.net/blog/?page_id=145#comment-670</guid>
		<description>Walah... Walah... Walah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Walah&#8230; Walah&#8230; Walah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sinaga</title>
		<link>http://www.jejaklangkah.net/blog/pojok-sajak/#comment-126</link>
		<dc:creator>sinaga</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2005 12:49:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jejaklangkah.net/blog/?page_id=145#comment-126</guid>
		<description>amangoi amang....hebat nai fuangg.. sai nirippu do dang diboto lakkam mar puisi ...hape jengger nai do hape.. okeh lanjut ma ate .. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>amangoi amang&#8230;.hebat nai fuangg.. sai nirippu do dang diboto lakkam mar puisi &#8230;hape jengger nai do hape.. okeh lanjut ma ate ..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tjita</title>
		<link>http://www.jejaklangkah.net/blog/pojok-sajak/#comment-122</link>
		<dc:creator>tjita</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2005 12:34:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jejaklangkah.net/blog/?page_id=145#comment-122</guid>
		<description>Abaaaaaaangggg!!! Long time no see. Sebenernya iri bercampur kagum, abis makin tua kau makin fasih saja mendaraskan kata-kata.. cieeehh... 
Tapi kayaknya nuansanya penuh cinta sekarang... lil' bit soft somehow..
Kapan kau curhat lagi ama adekmu ini???
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Abaaaaaaangggg!!! Long time no see. Sebenernya iri bercampur kagum, abis makin tua kau makin fasih saja mendaraskan kata-kata.. cieeehh&#8230;<br />
Tapi kayaknya nuansanya penuh cinta sekarang&#8230; lil&#8217; bit soft somehow..<br />
Kapan kau curhat lagi ama adekmu ini???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ß</title>
		<link>http://www.jejaklangkah.net/blog/pojok-sajak/#comment-115</link>
		<dc:creator>ß</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2005 11:23:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jejaklangkah.net/blog/?page_id=145#comment-115</guid>
		<description>ß mau comment, tapi syusyah, kerana sonde ada judulnya....

Ya udah,
Yang paling banyak huruf "K"-nya, "rasa"-nya udah bisa diapresiasi sekilas dengan melihat banyaknya jumlah huruf K.... It's forte + stacatto!

Yang paling banyak huruf "S"-nya --&#62; piannissimo... melancholic....

Tapi tetap kerasa tegasnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ß mau comment, tapi syusyah, kerana sonde ada judulnya&#8230;.</p>
<p>Ya udah,<br />
Yang paling banyak huruf &#8220;K&#8221;-nya, &#8220;rasa&#8221;-nya udah bisa diapresiasi sekilas dengan melihat banyaknya jumlah huruf K&#8230;. It&#8217;s forte + stacatto!</p>
<p>Yang paling banyak huruf &#8220;S&#8221;-nya &#8211;&gt; piannissimo&#8230; melancholic&#8230;.</p>
<p>Tapi tetap kerasa tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
