Administrator

This user hasn't shared any biographical information


Posts by Administrator

Perda Larangan Merokok

Berapa lama ya kira-kira sosialisasinya?

The Fly – Berlalu

Membisu, tak beranjak pergi
mungkinkah terpana, wujud yang tak kau kira
membentang tanya, tak lagi tertawa
mungkin enggan akui semua yang tlah kau ucapkan

Tlah lewati masa, detik dendangkan waktu
Iringi semua pedihku, berselimut jawabmu

Mengapa harus kini, kau tawarkan rasamu
Hatiku telah terisi wangi bunga yang lain
Sesal kita tak menyatu, tak lewati batasku
rasa impian jiwaku tak terlukis di hatimu

dan kini, masih membisu
terlihat padaku, sesal alunkan langkahmu
pernah kutawarkan, seluruh hatiku
menjadi tempat berteduh, diam hempaskan jawabmu

oh, tak bersisa di hatiku
oh, berbaur pedih ku berlalu

kamis kemaren, gw punya waktu lumayan banyak untuk blogwalking, setelah sekian lama ga maen ke mana2 :) . Waktu maen2 ke blognya Q , gw liat ada satu link yang judulnya menggelitik, Negeri Senja -nya atta . Sejauh yang gue ingat, itu adalah salah satu buku tulisannya Seno. Yang ada di otak gue, mungkin ni orang penggemar Seno nih. ngerasa dapet temen, gw maen2 dong ke blog-nya. and hell, she knows how to write stuff. Baca-baca postingan-nya bikin demen :) . Gue quote deh, mudah-mudahan Atta gak keberatan kalo salah satu postingannya gw kutip :) :

—–
Oke, sekarang waktunya bekerja keras kembali. Menghasilkan uang untuk perjalanan berikutnya. Atau, ini memang sudah saatnya menemukan partner travelling yang pas, sehati dan sejiwa. Teman perjalanan yang tidak menjemukan. Akan lebih seru lagi kalau ia juga menenteng kamera dan punya selera humor yang bagus. Hehehehe, saya sudah mulai melantur. Ini pasti efek samping dari kebangkrutan
—–

Gw termasuk orang yang cukup mudah terpesona dengan pemilihan kata-kata. Awalnya dulu gara-gara Katon, pas lagi seneng-senengnya dengar KLa. Menurut gw, pemilihan kata yang tidak biasa, tapi dipadu dengan bagus, sangat menyenangkan untuk dibaca, apalagi didengarkan dalam bentuk lagu. Mungkin bukannya pemilihan katanya tidak biasa juga, mungkin gw aja yang belum pernah dengernya. Gimana ya , susah menjelaskannya. Sesuatu yang gw suka begitu gw membacanya, dan tidak bisa gue jelaskan dengan tepat, mengapa !!! I just hooked, just like that :) . Toh akhirnya masalah itu adalah masalah selera, kan? he he he

Anyway, gw sekedar nulis ini, biar elu-elu pada yang menyempatkan diri maen di sini menyempatkan diri pula untuk baca-baca blog-nya atta. Buat gue itu salah satu yang bagus, paling tidak baik untuk mengistirahatkan pikiran sejenak dari belantara Jakarta yang cenderung tidak bersahabat. Ditulis dengan ringan, selera humor yang cukup, serta menawarkan sudut pandang yang berbeda. And life itself, become beautiful :) .

Way to go girl, dan salam kenal, hueuheuheuhe

Here I am, stuck in the data center again, doing some stupid security assessment:p. oh well, anyway, that’s how the job works. It’s interesting sometimes, but most of the time it’s boring. wouldn’t you guys agree?

Jakarta lagi terancam banjir. Ini hari ketiga berturut-turut hujan dateng setiap malem. Deras pula. Tadi pagi liat-liat di koran, beberapa daerah udah mulai banjir. Pemerinta daerah Jakarta malah udah memberikan peringatan bagi warga Jakarta yang ada di daerah-daerah rawan banjir untuk siap-siap pindah ke tempat penampungan. Tidak kurang dari 300-an kelurahan dinyatakan sebagai kelurahan rawan banjir. What a pity. Will this city survived another rainy night? I wonder…

Melihat lagi situasi Jakarta sekarang, hal yang terlintas di kepala gue adalah nelangsa. Ini adalah kota paling sibuk, kota paling utama, yang ada di negeri dengan 13.000 pulau ini. And yet, we can’t survive the rain, the very simple nature phenomenon. Barangkali sejak manusia ada, hujan sudah ada (well, kalo ga ada hujan, gimana orang dulu bisa survive, iya toh? ). Jakarta sudah berumur lebih dari 500 tahun, tapi banjir tetap menjadi masalah, malah menjadi masalah yang semakin rumit di kemudian hari.

Pun, bicara soal banjir di Jakarta mungkin gak bisa lepas dari kompleksitas masalah yang menghantui langit Jakarta. Entah itu masalah urbanisasi, masalah tata kota, masalah kepadatan penduduk, dan segudang permasalahan yang kalau didaftar di sini mungkin akan membutuhkan tak kurang dari 100 posting :p. Jakarta sudah terlanjur padat, terlanjur tak teratur, terlanjur berantakan. Belum lagi arus penduduk yang seolah tidak berhenti datang ke kota ini, orang-orang seperti gua yang meninggalkan tanah kelahiran dan mengadu peruntungan di Jakarta. Orang-orang, yang harus diakui, sebagian besar tidaklah cukup beruntung. Orang-orang, yang dengan segala keterbatasan yang ada, kemudian terpaksa harus menjadi beban tambahan bagi ibukota :) .

Kalau saja kita bisa punya suatu mekanisme pengaturan tata kota yang baik, manajemen sampah yang baik (thus manajemen kependudukan yang baik), niat baik pemerintah daerah, serta upaya dari seluruh masyarakat Jakarta, rasanya bukan tidak mungkin kita bisa mengantisipasi persoalan banjir yang setiap tahun sepertinya sudah menjadi langganan bagi Jakarta. Sayangnya, segudang ahli yang berkutat di bidang lingkungan dan kependudukan sepertinya tidak cukup baik untuk bisa mengubah paradigma pembangunan yang berorientasi pada ekonomi menjadi pembangunan yang menempatkan kelangsungan hidup alam menjadi titik berat yang tidak bisa diabaikan. Mungkin memang kita masih harus belajar dan belajar.

Sayangnya, kalaupun akhirnya kita bisa belajar, apakah pada saat itu kita masih cukup waktu?

Lagi nongkrong di Bank Mandiri. Pulang-pulang dari training, kerjaan udah numpuk :( . Padahal pengennya sih nyante2 dulu, he he he *Kalo mo nyante mah ga usah kerja Lus :P *

Btw, kemaren waktu training gw sempat maen2 ke Kinokuniya Singapore. Toko bukunya bikin ngiri, huhuhu. Hampir segala macem literatur bisa ditemukan di situ. Dari classic literatur zamannya Homer (bujubuneh) sampe literatur modern. Buku komputer yang paling tua sampe yang paling mutakhir. Toko buku yang luasnya setara dengan tiga counter itu tuh bener2 “reader’s heaven“. Yang paling asik, sebagian besar bukunya tidak dibungkusin, jadi bisa dibaca di tempat. Kalo betah berdiri lama-lama, kali bisa baca buku gratis, huehueheuh *paling ngga kuat ngeliat yang gratis2*.

Muter-muter, akhirnya gw mutusin beli dua buku, Angels and Daemons-nya Dan Brown ama To Kill A Mockingbird-nya Harper Lee. Sebenarnya gw ga begitu bersemangat buat baca Angels and Demons sesudah baca Da Vinci Code, tapi thriller-nya boleh juga buat ngebunuh waktu. Sementara kalo To Kill A Mockingbird, kayanya buku klasik deh. Gue pertama kali denger judul buku ini di novel Superman. Di situ tercantum kalo buku favorit-nya Superman adalah To Kill A Mockingbird. Hue he he. Dan berhubung buku itu punya sejarah panjang, tergolong novel klasik paling laris (terjual setidaknya 30 juta kopi), gw merasa bertanggung jawab untuk membaca buku tersebut :D .

Dan bacanya bener-bener ngga nyesal. Dibungkus dalam bentuk humor yang segar, bercerita tentang perjuangan seorang laki-laki untuk membebaskan seorang Negro dari cerita klasik zaman Amerika pasca Civil War, seorang Negro yang tertuduh memerkosa seorang anak gadis berkulit putih. Menjadi menarik karena situasi itu diceritakan dari sudut pandang seorang gadis kecil berusia 8 tahun, Jean Louise Finch alias Scout.

It’s actually a very good book. Sayangnya gw belum berani mencoba menuliskan resensi di sini :) . Jadi mendingan elu-elu pada beli deh, huehuehuehe.

Nongkrongin assessment nih lama bener :( . Ceritanya gw nerusin kerjaan Chuck. Jadwal assessment-nya emang 2 minggu-an, soalnya obyek assessment-nya juga banyak banget. Minggu kemaren yang ngerjain si Chuck gara-gara gw kudu training, dan sekarang giliran dia yang pergi ke Hongkong, dan giliran gw yang assessment. Dia udah ngerjain setengahnya, jadi gw kebagian setengah lagi, yang artinya ada sekitar 10 lantai, masing2 ada kira2 300 komputer, jadi total kurang lebih gw harus assess 3000 komputer, huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Gw udah di sini dari tadi pagi, dan jadwalnya gw kudu ada di sini sampe hari Kamis, itu juga kalo kelar :( .

Yang sialnya adalah, tidak ada akses Internet di sini. Jadi kerjaan gw hanya melototin komputer dari pagi sampe sore, tanpa bisa ngelakuin apapun. Mestinya tadi gw bawa buku aja, jadi gw bisa nyelesaiin bukunya sementara ngelakuin assessment, he he he. Ini sih masih mending cuman assess desktop, jadi gw bisa ngelakuin di ruangan staff. Tadi pagi lebih sial lagi, gw kudu assess server, yang artinya gw kudu kerja di data center yang dinginnya 18 derajat Celcius. Gw nongkrong di sana selama ga kurang dari 3 jam, dan hasilnya keluar2 badan gw pegel-pegel semua :( .

Ini udah jam 4 sore, gw lagi assess 300 komputer, dan baru selesai 50%. Padahal udah jalan hampir 1 jam lebih :( . Paling ngga, gw kudu nunggu selama satu jam lagi. Tanpa browsing, tanpa YM, tanpa musik, uhhh…I’m damned.

Oh well, there’s still tomorrow…