Jejak Langkah Seorang Pelamun
Piala Thomas – Piala Uber
Tadi malam saya melihat pertandingan Piala Thomas Indonesia vs Thailand. Walaupun Indonesia menang 3-2, terus terang saja penampilan Taufik Hidayat bagi saya sangat mengecewakan. Apalagi karena kekalahannya lebih banyak disebabkan kesalahan sendiri (unforced error kalau kata para komentator olahraga). Seperti menonton pemain pemula rasanya.
Menonton piala Thomas, jadi ingat lagi zaman-zaman kecil dulu, waktu prestasi olahraga Indonesia masih bisa diperhitungkan setidaknya di kancah Asia Tenggara. Kalau kita bicara SEA Games, di zaman saya SD dulu (akhir tahun 1980-an), Indonesia itu bicaranya bisa juara umum atau tidak. Selalu bersaing ketat dengan Thailand. Tapi sekarang, kok sepertinya Indonesia itu seperti pecundang ya? Barangkali kita yang jalan di tempat, sementara negara-negara lain berlari kencang? Jujur saja, dulu Malaysia atau Vietnam, itu tidak pernah dianggap ancaman serius bagi atlit Indonesia di SEA Games. Tapi sekarang? Beuh …
Piala Thomas pun begitu. Tak sengaja saya tadi membaca sebuah artikel (lupa lihat di mana), Indonesia satu-satunya negara yang pernah menjuarai Thomas Cup 16 kali (CMIIW). Cina yang sekarang sangat dominan di dunia bulutangkis pun, baru menjuarai 6 kali. Bagi saya (dan mungkin juga anda) yang sempat melihat kejayaan tim Thomas Cup Indonesia, dari angkatan Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Ardy Wiranata, Hariyanto Arbi, Ricky Subagdja, Rexy Mainaky, Richard Mainaky, rasanya dulu tim Thomas Cup Indonesia itu serupa dewa bulutangkis dunia. Menontonnya pun gemuruh, penuh semangat. Televisi menyiarkan langsung, dan semua orang sudah siap di depan televisi, setiap kali tim Indonesia akan bertanding. (Atau mungkin karena dulu waktu saya SD tidak ada tivi swasta, jadi nontonnya hanya TVRI saja ya?
).
Melihat prestasi olahraga Indonesia, bagi saya seperti melihat prestasi Indonesia secara umum. Sepertinya lebih banyak sisa-sisa kejayaan masa lalu. Semua orang berlari cepat, tapi kita sepertinya terhenti di tempat itu-itu saja.
about 4 years ago
setuju!
about 3 years ago
klo kata papiku..kenapa indo kalah..
krena makan tahu tempe terus..hihihihi..
about 2 years ago
Sepertinya piala thomas n uber tahun ini masih mlik china.Knp? Ya karna mental pemain china masih lebih bagus.Kalau mslh kualitas teknik kita ga jauh, malah kita lebih bgus.Kalau ngliat china main sprtinya smngat mrka ga ada hbisnya.Ayo indonesia tunjukan merahmu,bawa kembali piala thomas n uber utk indonesia.Slamat berjuang!