Jejak Langkah Seorang Pelamun
The day we’re getting older
Saya cenderung mengabaikan perayaan-perayaan seperti ulang tahun, anniversary, hari jadi, dan bentuk-bentuk peringatan sejenis lainnya. Seperti juga hal-hal lainnya yang saya cenderung abaikan, saya tidak punya alasan jelas untuk itu
. Umumnya, karena saya tidak terlalu terbiasa dengan hal itu. Tentu dalam hal ini, pengaruh keluarga cukup besar. Dalam keluarga saya sendiri, tradisi merayakan ulangtahun tidaklah terlalu istimewa (atau mungkin saya anggap begitu). Semasa saya masih kecil, paling banter yang saya rasakan, seingat saya, adalah ibu saya memasakkan makanan istimewa, lalu kita sekeluarga makan bersama. Tidak ada hadiah-hadiah khusus, apalagi pesta dengan mengundang teman-teman lain. Kami tidak bisa mengakomodasi kemewahan semacam itu. Di satu sisi, mungkin saya terdengar skeptis, atau tidak menganggap bahwa itu adalah suatu berkah. Tapi terus terang saja, itu tidaklah terlalu istimewa. Belum lagi sejak SMP saya sudah jauh dari orang tua. Paling banter adalah telepon ucapan selamat ulang tahun. Itupun kadang-kadang tanggalnya berantakan, he he he. Bahkan ibu saya sendiri pernah menelfon saya mengucapkan selamat ulang tahun pada tanggal yang salah
. Anyway, karena menurut saya itu bukanlah hal yang terlalu penting, ya saya cuek saja.
Anggapan “tidak penting” itu ternyata lantas kerap menjadi masalah ketika saya kemudian terjun di komunitas sosial yang “mengingat” hari ulang tahun atau hari jadi. Masih ingat betul, beberapa kali saya lupa mengucapkan selamat ulang tahun kepada pacar saya dulu, atau saya sekedar mengucapkan selamat ulang tahun tanpa sesuatu yang istimewa (kadang-kadang hanya dengan telfon selama 2 menit, sekedar bilang “Hi, Happy Birthday ya”). Yang paling repot adalah ketika saya melupakannya. Entah itu melupakan hari ulang tahun, atau melupakan hari “jadian” (smp banget gak sih???), atau peringatan-peringatan tahunan lainnya. Waktu itu saya sempat protes, kenapa sih hal-hal seperti itu dijadikan masalah besar? Toh tidak ada bedanya ulang tahun atau tidak? Hari tetap akan berganti, walaupun hari itu kita berulang tahun atau tidak. So, what’s the big matter, anyway???
Menengok kembali ke ingatan-ingatan semacam itu, kerap kali saya tersenyum sendiri. Dan untuk ingatan-ingatan itu pula, hari ini saya menyempatkan diri mengira-ngira, apakah gerangan yang begitu istimewa dengan ulang tahun? Hitung-hitung sekedar hadiah ulang tahun saya hari ini
.
Bukan rahasia lagi, kalau sebagai manusia, kebutuhan psikologis utama adalah dikenal, dihargai, diterima, dicintai, dan diperhatikan. Dengan itu pula kelihatannya hari ulang tahun mendapatkan justifikasi yang paling tepat. Apakah artinya memperoleh selamat ulang tahun selain mengukuhkan anggapan bahwa orang lain masih mengingat kita? Setidaknya kita tahu, bahwa dalam anggapan orang tersebut, keberadaan kita masih dianggap, masih diakui. Situasi semacam itu, disetujui atau tidak, memberikan kepuasan tersendiri.
Menerima ucapan selamat ulang tahun, kelihatannya punya kekuatan cukup besar. Saya punya seorang teman, yang menyimpan daftar hari ulang tahun semua teman-temannya sejak SMP sampai kuliah dalam sebuah buku khusus. Buku khusus selalu ia bawa kemanapun ia pergi, dan kerap ia baca di waktu senggang atau sebelum tidur. Kebiasaan semacam itu memberinya kemampuan untuk mengingat hari ulang tahun teman-temannya. Dan dengan teknologi SMS yang begitu mewabah sekarang, sebuah pesan ucapan selamat ulang tahun bukanlah sesuatu yang mahal. Cepat tiba di tujuan dan murah. Dan menurutnya, hal itu kerap kali sangat efektif. Ucapan selamat ulang tahun yang singkat kerap kali membuat kontak yang sudah lama terputus menjadi bersambung kembali. Seringkali seorang teman sekolah, yang sudah bertahun-tahun tidak kontak, mendadak menjadi dekat kembali karena sebuah ucapan selamat ulang tahun. Tentu karena ucapan selamat ulang tahun itu mendapat sambutan, yang lantas berlanjut menjadi saling SMS, lantas ketemu, dan akhirnya kembali berteman baik.
Kelihatannya ucapan-ucapan selamat semacam ini mempunyai efek yang lebih daripada sekedar memberi perasaan dianggap, atau dihargai. Dalam konteks relasi yang lebih luas, sebuah ucapan selamat ulang tahun kerap kali menjadi sebuah alasan untuk melakukan kontak kembali dengan orang-orang dari masa lalu yang sedemikian lama sudah tidak kita hubungi, atau mantan pacar yang sudah sekian lama terlibat dalam “perang dingin yang tak kunjung berakhir”. Sebab ternyata selain keinginan untuk diperhatikan, kemanusiaan kita (atau saya setidaknya) menyimpan semacam “gengsi” untuk “membuka kontak lebih dahulu”. Buat apa saya hubungi lagi? Saya mau membicarakan apa? Sudah lama tidak ngobrol, trus mau nanya apa? Dalam situasi-situasi semacam ini, ucapan selamat ulang tahun kerap kali menjadi bumbu pencair suasana. Sebab terus terang saja, siapa sih yang tidak suka diberi ucapan selamat ulang tahun?
Dalam sebuah film (film lagi, film lagi) tentang pernikahan, yang saya pernah kutip juga di blog ini, seorang tokoh menanyakan “kenapa kita menikah?” Jawabannya adalah “supaya hidup kita menjadi berarti. Ada lebih dari satu miliar penduduk dunia ini, apakah artinya hidup seseorang? Dengan menikah, kita berjanji untuk memaknai hidup satu sama lain. Hidupmu tidak akan berlalu begitu saja, karena aku akan mengikutinya, aku akan menjadi saksinya”. Terlalu jauh mungkin kalau lompatnya sampai ke pernikahan segala, tetapi apa yang ingin saya katakan adalah, adanya orang lain yang menyaksikan kehidupan kita, menganggap keberadaan kita masih berarti, dan mengingat bahwa kita masih “ada”, walaupun hanya sekedar melalui sebuah ucapan selamat ulang tahun, adalah sebuah perasaan yang membahagiakan. It’s good to know that people still remembers you, people still notice that you’re there. Cause after all, that’s what’s this life is all about, right? As elders said “manusia mati meninggalkan nama”
.
Jadi saudara-saudara, mari saling mengucapkan selamat ulang tahun
.
about 6 years ago
aduh ‘ni anak, memberi ucapan selamat kepada diri sendiri yaaa :p ??!! selamat ulang taun ulus … getting older huh
?
about 6 years ago
Selamat ulang tahun
.
Inget banget deh, yg ceramah pas gue nikah dulu bilang kira2 gini, “Perlakukan pasanganmu dengan kebiasaannya, bukan dengan kebiasaan kita. Dia akan lebih menghargaimu karenanya”.
Kalau pasangan suka diingat hari jadinya, ya lakukan aja. Kan banyak reminder, di HP juga ada
about 6 years ago
Selamat ulang tahun yaa..
Walaupun SMS mempermudah urusan ucapan selamat2an, aku kangen juga kasi ucapan selamat lewat kartu ucapan (konvensional) – bukan ecard loh. Natal nanti aku mau pake kartu aja ah..
about 6 years ago
Abaaaaaaanggg, met ultah yeee, sorry kliwat
Masih nyimpen buku kord gitarnya The Beatles ;p????
about 6 years ago
hate doing this indirectly, but “another-f@#$ing-year” for my “busy-now” “slept-on-the-chair” friend
about 6 years ago
met ultah!
about 6 years ago
maaf telat,
heppy blesday,
smoga sukses dalam segala hal…
about 6 years ago
‘gak mau ah….
abis loe libra.
about 6 years ago
Please, please – help me to make contact with my friend Ms. Tanti lesmana (working at Gramedia, Jakarta.
I found no other way
I would be very grateful
Bo
about 6 years ago
POWL…
happy b’day … again
maap yaaak ga bisa dtg ke GM na :’(
tp gw bukan org susah..
SO… cuek ajeee khan >:)